Oleh: ayobali | 16/06/2016

Bali melawan Demam Berdarah

Artikel ini di ambil Dari Merdeka.com

Tingginya angka penderita demam berdarah (DB) di Jembrana, Bali, membuat pemerintah mengeluarkan berbagai jurus untuk menanggulanginya. Selain melakukan fooging secara rutin , pemerintah juga mulai melakukan inovasi baru untuk menanggulangi DB tersebut. Mereka memberikan denda kepada warga bila ada jentik nyamuk.

Ide itu salah dicetuskan Camat Jembrana, Ngurah Sumber Wijaya. Dia ingin masyarakatnya terbebas dari DB, dia meluncurkan program Basmi Jentik.

Program tersebut melibatkan semua masyarakat di wilayahnya dan bekerjasama dengan sekolah serta Dinas Kesehatan. Ini diberlakukan efektif mulai awal bulan Juli mendatang secara berkelanjutan.

Program tersebut di SK-kan oleh Perbekel dan Lurah, kemudian dikuatkan oleh Camat sebagai pencetus program. Masyarakat dengan dibantu oleh siswa-siswa sekolah dan diawasi oleh UPT Pukesmas dan UPT Pendidikan secara bersama-sama membersihkan rumah dan lingkungan sehingga terbebas dari jentik nyamuk apapun.

“Jadi jika nanti ditemui ada satu saja jentik nyamuk di rumah warga, maka pemilik rumah wajib dikenakan sanksi denda sebesar Rp 100 setiap jentik nyamuk. Warga wajib mematuhinya untuk kebersihan dan kesehatan masyarakat sendiri,” terang Ngurah Sumber Wijaya di temui di kantornya, Rabu (15/6).

Menurut Sumber Wijaya, program tersebut akan disosialisasikan mulai besok ke tiap masyarakat Banjar di Kecamatan Jembrana. Sosialisasi itu sendiri membutuhkan waktu selama 20 hari sebelum program itu diberlakukan efektif awal Juli mendatang.

“Kami yakin program ini efektif jika didukung oleh masyarakat dan tentunya masyarakat terbebas dari penyakit DB” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya berharap program ini bisa diikuti kecamatan lainnya yang ada di Jembrana maupun Bali. Sehingga masyarakat benar-benar bebas dari penyakit yang penularannya dari nyamuk.

Pesan moral Dari berita di atas : semoga pemberantasan bintik nyamuk Demam berdarah ini bisa di terapkan sistem denda di seluruh wilayah kecamatan Dan kabupaten di Bali , agar masyarakat  Bali  bersama sama penjaga kesehatan lingkungan sendiri dan terkenal Dari yang Nama nya demam berdarah .
Bali sebagai pulau yang di kunjungi banyak wisatawan sudah seharusnya tebebas dari ancaman demam berdarah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: