Oleh: ayobali | 17/09/2012

Ular suci di Pura Tanah Lot Bali

Obyek wisata Pura Tanah Lot, Bali telah dikenal seluruh dunia menawarkan keindahan alam untuk menikmati matahari terbenam. Dibalik keindahannya tersimpan sebuah legenda ular suci yang diyakini masyarakat sekitar sebagai penjaga Pura Luhur Tanah Lot.

Ular yang ada di areal Daerah Tujuan Wisata ( DTW ) Tanah Lot merupakan jenis ular laut memiliki ciri berekor pipih, berwarna hitam putih melingkar. Secara ilmiah ular ini memiliki racun tiga kali dari ular kobra, tetapi keganasan ular ini seakan sirna ketika dipajang  dipinggir gua batu karang ditemani penjaga ( pawang ular ) yang tiap saat memandu wisatawan untuk memegangnya. Pengunjung cukup membayar secara sukarelawa pada sebuah kotak yang telah disiapkan.

“Ini ular penjaga pura, jangan takut kalau mau pegang tidak apa – apa. Ia jinak dan selalu berdiam diri sembari saya tunggui. Kelihatannya saja ular, ini sebenarnya sabuk dari  Danghyang Niratha, Jadi gak usah khawatir “, ujar Wayan Ruyi penjaga setempat.

Danghyang Nirartha merupakan tokoh legenda keturunan Brahmana yang  membangun beberapa pura Sad Kahyangan pada abad itu.

Hingga sekarang, keberadaan beberapa ular suci jumlahnya bisa tidak menentu,  kadang bisa mencapai empat ekor yang tersebar dibalik celah batu karang. Bahkan bisa satu pun tidak menampakkan wujudnya di permukaan. Untuk sebagai pajangan mereka telah menyiapkan lobang khusus dari pasir.

“Jumlahnya dalam tiap hari tidak bisa dipastikan. Begitu juga ukuran dan panjang ular, sering tidak jelas, ada yang sampai panjangnya satu setengah meter. Kadang wisatawan banyak yang kecewa, karena satu pun ular tidak ada yang muncul di lobang“, sambung Made Ruyi.

Selama ini, ular – ular tersebut belum pernah menyerang para pengunjung yang menyentuhnya langsung. Siapa saja bisa menyentuhnya dengan memperlakukan secara wajar dan tidak berlebihan  karena ular tersebut sangat disakralkan.

Kepercayaan lain juga masih berlaku hingga sekarang. Siapa pun bisa memohon sesuatu dari ular tersebut. Cukup dengan cara menyentuh atau mengelus – elus sambil berdoa dalam hati agar apa pun yang diinginkan atau dimohon bisa terkabulkan. Semua tergantung dari mereka yang percaya atau tidak.

“Kalau mau berdoa bisa, apa pun keinginan cukup diucapkan dalam hati sambil pegang ularnya. Kalau takut, saya yang pegang kepalanya. Banyak yang berhasil berdoa disini “ , jelas Wayan Kandra, penjaga lain yang juga sebagai seorang pemangku di pura tersebut.

Sumber tulisan Berita Bali.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: