Oleh: ayobali | 25/01/2012

Jatiluwih Bali

Pulau Bali bukan hanya terkenal dengan seni budaya dan pantai Kuta-nya. Bali juga terkenal keindahannya dengan hamparan sawahnya. Bagaikan karpet hijau yang terhampar luas. Jatiluwih merupakan potret budaya dan alam Bali yang bersatu padu. Jatiluwih tenar di dunia karena panorama sawah berundak khas Bali. Wisatawan asing mengenalnya sebagai Balinese rice terrace.

Jatih luwih Bali

Hampir di setiap daerah di Bali memiliki sawah berundak. Namun, Jatiluwih merupakan hamparan sawah mencapai lebih dari empat ratus hektar. Jatiluwih berada Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Hawa dingin menyambut Anda saat berkunjung ke Jatiluwih. Terang saja, karena Jatiluwih berada di dataran tinggi Gunung Batukaru.

Penebel merupakan salah satu daerah di Bali yang bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu komoditi yang dihasilkan adalah beras merah. Karena itu, sebagian besar sawah di Jatiluwih menghasilkan beras merah. Keunikan lainnya adalah sistem irigasi yang dipakai untuk mengairi persawahan ini.

Sama seperti di daerah lain di Bali, sawah-sawah ini menggunakan Subak. Subak merupakan organisasi petani yang mengelola saluran air untuk mengairi persawahan. Sistem ini digunakan masyarakat Bali secara turun temurun sejak sekitar satu milenium yang lalu. Sarat dengan tradisi gotong royong dan kekeluargaan.

Subak pun kental dengan upacara keagamaan mulai saat masa menabur benih hingga padi disimpan di lumbung. Mungkin Anda pernah menemukan sawah berundak di daerah-daerah lain di Indonesia. Namun, hanya di sawah-sawah khas Bali, Anda akan menemukan Bedugul di tengah-tengah sawah. Bedugul merupakan stana atau tempat pemujaan Dewi Sri atau simbol kesuburan.

Karena keunikan paduan alam, pertanian, dan budaya Bali yang kental, Jatiluwih masuk dalam nominasi warisan dunia UNESCO. Perlu waktu sekitar dua jam dari Kuta menuju Jatiluwih. Anda harus melewati perjalanan berkelok menembus gunung. Sepanjang perjalanan, Anda akan melewati pohon-pohon rindang khas hutan di pegununungan, rumah-rumah tradisional Bali, hingga pura desa. Suasana pedesaan khas Bali yang memikat.

 Sesuai namanya, “jati” yang berarti “benar-benar”, dan “luwih” bermakna “indah”, Jatiluwih mampu menyihir wisatawan dengan panorama yang benar-benar indah.

Anda bisa turun ke pematang sawah dan berjalan-jalan berkeliling sawah. Pagi hari merupakan waktu yang cocok untuk melakukan “trekking” di sawah-sawah Jatiluwih. Menjelang siang hari, sering kali kabut mulai turun. Usai puas melihat panorama sawah, Anda bisa makan siang di wantilan. Wantilan adalah tempat berkumpul sebagai area pandang ke persawahan. Ada rumah makan di wantilan yang siap memanjakan perut Anda. Dan jangan lupa, ambil kamera anda dan abadikan pemandangan indahnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: