Oleh: ayobali | 23/07/2011

Pulau Bali

Geografis
Secara geografis Provinsi Bali terletak pada 8°3’40” – 8°50’48” Lintang Selatan dan 114°25’53” – 115°42’40” Bujur Timur. Relief dan topografi Pulau Bali di tengah-tengah terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur.bali

Provinsi Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Batas fisiknya adalah sebagai berikut:

  • Utara : Laut Bali
  • Timur : Selat Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat)
  • Selatan : Samudera Indonesia
  • Barat :Selat Bali (Propinsi Jawa Timur)

Secara administrasi, Provinsi Bali terbagi menjadi delapan kabupaten dan satu kota, yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Kota Denpasar yang juga merupakan ibukota provinsi. Selain Pulau Bali Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau kecil lainnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan di wilayah Kabupaten Klungkung, Pulau Serangan di wilayah Kota Denpasar, dan Pulau Menjangan di Kabupaten Buleleng. Luas total wilayah Provinsi Bali adalah 5.634,40 ha dengan panjang pantai mencapai 529 km. Pulau Bali memiliki gunung tertingi yaitu Gunung Agung , yang tingginya 3.141 m.

Alam
Bali sangat diberkati karena alamnya yang indah. Tanah yang subur, air yang berlimpah, serta iklim yang bersahabat membuat Bali cocok ditanami berbagai jenis tanaman. Dari padi yang dihasilkan dari sawah terasering yang indah, berbagai jenis tanaman sampai dengan bunga yang dibutuhkan dalam kegiatan keagamaan. Pohon beringin, kelapa, kamboja, teratai, kembang sepatu, cempaka, kenanga dan berbagai jenis tanaman tumbuh subur dan memberi ciri khas pada Bali. Masyarakat Bali memperlakukan alam dan tetumbuhan dengan penuh rasa hormat. Disamping adanya hari khusus untuk melakukan penghormatan terhadap tumbuhan, yakni Tumpek Uduh, di Bali, Anda akan menjumpai pula banyak upacara yang dilakukan untuk menciptakan keharmonisan dengan alam baik di laut atau sumber mata air, hutan, juga tempat-tempat lainnya.

Budaya
Atraksi dan kreasi budaya masyarakat Bali telah lama dikenal dunia. Tarian, gamelan, wayang kulit, ukiran, lukisan, kain, dan berbagai karya seni dan budaya masyarakat Bali diminati karena kekhasannya. Kreasi dan atraksi budaya masyarakat Bali dihasilkan tidak hanya bermodal kreativitas, tapi juga merupakan pengendapan atas pehamaman tradisi dan didasari ketulusan untuk mempersembahkan karya terbaik bagi Sang Pencipta, Ida Hyang Widhi Waca.
Adat dan Agama
Bali berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu. Masyarakat Hindu di Bali memiliki nilai dasar yang mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam seluruh aspek kehidupan yakni “Tri Hita Karana”. Tri Hita Karana memberikan bekal keteladanan untuk menjalin hubungan harmonis dengan alam sekitar (pawongan), sesama (pelemahan) dan dengan Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa (parahyangan). Nilai luhur tersebut yang menjadikan Bali tetap unik dalam pesatnya dinamika perkembangan jaman. Umat Hindu di Bali merayakan hari Galungan dan Kuningan setiap enam (6) bulan sekali dan merayakan pergantian tahun dengan ritual perayaan khas yang tiada duanya di dunia yang disebut “Nyepi”. Perayaan Nyepi ditandai pelaksanaan catur Brata Penyepian (empat buah pantangan saat pergantian tahun Caka), yakni amati geni (tidak menyalakan lampu), amati lelungaan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak bersenang-senang) dan amati karya (tidak beraktivitas). Selama 24 jam saat perayaan Nyepi (pergantian tahun), Bali terbebas dari semua kegiatan termasuk terhentinya kegiatan di semua pelabuhan, bandara, terminal dan jalan raya.
Spiritual
Kegiatan keagamaan di Bali yang di dominasi upacara agama Hindu hidup semarak. Setiap hari di pulau yang dipenuhi ribuan pura ini, ada aktivitas keagamaan, terlebih di hari-hari khusus yang disucikan umat Hindu. Masyarakat Bali juga menjalankan berbagai jenis upacara keagamaan yang unik untuk menandai setiap tahapan kehidupan yang dijalankan sejak kelahiran, anak-anak, dewasa, pernikahan hingga kematian. Rangkaian upacara kematian yang dikenal masyarakat international adalah ngaben. Masyarakat Bali yang sebagian besar beragama Hindu memiliki beberapa upacara keagamaan, contohnya saat purnama dan bulan mati (tilem) setiap bulan sekali, hari raya Galungan dan Kuningan setiap enam bulan sekali, dan beberapa hari suci lainnya yang merupakan perwujudan rasa terimakasih kepada Tuhan, juga kehidupan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: